Detail Cantuman Kembali

XML

monitoring curah hujan otomatis berbasis web dan wifi


Indonesia adalah negara beriklim tropis yang memiliki dua musim dalam satu tahun, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Pada musim penghujan di Indonesia curah hujan normal berkisar pada 300-400 mm per bulan sedangkan curah hujan tinggi mencapai lebih dari 500 mm per bulan. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan ringan berkisar antara 1-5 mm per jam, sedang antara 5-10 mm per jam, lebat antara 10-20 mm per jam dan sangat lebat ketika curah hujan lebih dari 20 mm per jam. Curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan bencana alam banjir jika terjadi pada daerah yang tidak memiliki resapan air hujan yang baik. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada tahun 2016 tercatat kenaikan jumlah bencana di Indonesia pada kurun waktu 2002 hingga 2015 dimana daerah yang terkena dampak paling banyak adalah Jawa Timur. Berangkat dari keinginan untuk mengurangi korban jiwa dan kerugian materi akibat bencana banjir peneliti merancang sistem Monitoring Curah Hujan Otomatis Berbasis Web dan Wifi. Sistem ini menggunakan penakar hujan berjenis Tipping bucket dan menggunakan modul NRF24L01 untuk kominikasi antara alat dengan web server . Dari hasil penelitian ini diharapkan system yang dirancang dapat mendeteksi curah hujan yang sangat lebat yang dapat mengakibatkan bencana sehingga system ini kedepanya dapat dikembangkan sebagai system peringatan dini bahaya banjir .
Chandra Revendy - Personal Name
H. Suryadhi, S.T., M.T. - Personal Name
623.18.13 Cha m
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2018
Surabaya
xiii, 76 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...